Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada klub, pemain, dan suporter dalam kompetisi BRI Super League 2026/2027 serta Pegadaian Championship 2026/2027. Dalam hasil sidang pada 23 September 2026, Persebaya Surabaya dan Garudayaksa FC masing-masing didenda Rp100 juta akibat terlambat memasuki lapangan pada babak kedua.
- Persebaya Surabaya dan Garudayaksa FC Didenda Rp100 Juta
- Tiga Pemain Mendapat Tambahan Larangan Bermain
- Suporter PSS Sleman Dikenai Sanksi Rp30 Juta
- Daftar Sanksi Pegadaian Championship 2026/2027
- 1. Persiraja Banda Aceh Didenda Rp20 Juta
- 2. Persela Lamongan Didenda Rp25 Juta
- 3. PSMS Medan dan Persiku Kudus Masing-masing Didenda Rp15 Juta
- 4. Deltras Didenda Rp25 Juta
- 5. PSIS Semarang Mendapat Teguran Keras
- 6. Semen Padang Didenda Rp20 Juta
- Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI 23 September 2026
- Total Denda dalam Hasil Sidang Komdis PSSI
Selain kedua klub tersebut, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pemain dan klub lain atas berbagai pelanggaran yang terjadi selama pertandingan pada 19–20 September 2026.
Sanksi yang diberikan meliputi denda finansial, tambahan larangan bermain, hingga teguran keras terhadap klub.
Persebaya Surabaya dan Garudayaksa FC Didenda Rp100 Juta
Persebaya Surabaya dan Garudayaksa FC menjadi dua klub dengan denda terbesar dalam hasil sidang Komite Disiplin PSSI pada 23 September 2026.
Kedua tim dikenai sanksi setelah terlambat memasuki lapangan untuk memulai babak kedua dalam pertandingan BRI Super League 2026/2027 pada 19 September 2026.
Keterlambatan tersebut mengakibatkan dimulainya babak kedua mundur selama 210 detik atau 3 menit 30 detik.
Atas pelanggaran yang sama, Komdis PSSI menjatuhkan denda masing-masing sebesar Rp100 juta kepada Persebaya Surabaya dan Garudayaksa FC.
Tiga Pemain Mendapat Tambahan Larangan Bermain
Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada tiga pemain yang terlibat dalam pertandingan Borneo FC Samarinda melawan Bali United FC pada 20 September 2026.
Pemain Borneo FC Samarinda, Muhammad Rifad Marasabessy, mendapat tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan dan denda Rp10 juta.
Sanksi tersebut diberikan karena Rifad Marasabessy memukul pemain lawan dan menerima kartu merah langsung.
Hukuman serupa dijatuhkan kepada pemain Bali United FC, Rahmat Arjuna Reski. Ia mendapat tambahan larangan bermain dua pertandingan serta denda Rp10 juta setelah melakukan pelanggaran berupa memukul pemain lawan dan menerima kartu merah langsung.
Sementara itu, pemain Bali United FC lainnya, Tim Charles Pieter Receveur, dijatuhi tambahan larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp10 juta.
Receveur mendapat sanksi karena menghalangi tim lawan mencetak gol dan menerima kartu merah langsung.
Suporter PSS Sleman Dikenai Sanksi Rp30 Juta
Dalam kompetisi BRI Super League 2026/2027, Komdis PSSI turut menjatuhkan sanksi kepada PSS Sleman atas insiden yang terjadi setelah pertandingan melawan Dewa United Banten FC pada 20 September 2026.
Berdasarkan hasil sidang, setelah pertandingan berakhir, suporter PSS Sleman melakukan pelemparan air minum kemasan dalam jumlah banyak ke arah tim PSS Sleman yang berada di Tribun Selatan.
Atas insiden tersebut, klub PSS Sleman dijatuhi denda sebesar Rp30 juta.
Daftar Sanksi Pegadaian Championship 2026/2027
Sejumlah klub yang berlaga di Pegadaian Championship 2026/2027 juga menerima sanksi Komdis PSSI atas berbagai pelanggaran dalam pertandingan pada 19–20 September 2026.
1. Persiraja Banda Aceh Didenda Rp20 Juta
Persiraja Banda Aceh dijatuhi denda Rp20 juta setelah ditemukan pemain bernama Ilham Udin Armaiyn yang mengenakan seragam dengan nama punggung tidak sesuai dengan data yang terdaftar di I.League.
Pelanggaran tersebut terjadi saat Persiraja menghadapi PSPS Pekanbaru pada 19 September 2026.
2. Persela Lamongan Didenda Rp25 Juta
Persela Lamongan menerima denda Rp25 juta setelah pertandingan melawan Persiba Balikpapan pada 19 September 2026.
Pelanggaran terjadi ketika seorang personel tanpa ID Card yang merupakan anggota keluarga pemain Persela masuk ke area FOP setelah pertandingan berakhir. Orang tersebut tidak teridentifikasi.
3. PSMS Medan dan Persiku Kudus Masing-masing Didenda Rp15 Juta
PSMS Medan dan Persiku Kudus masing-masing dijatuhi denda Rp15 juta atas pelanggaran terkait perlengkapan pertandingan.
Dalam pertandingan pada 20 September 2026, kedua tim tidak dapat menunjukkan seragam yang telah ditetapkan oleh I.League.
4. Deltras Didenda Rp25 Juta
Klub Deltras dijatuhi denda Rp25 juta atas pelanggaran setelah pertandingan melawan PS Barito Putera pada 20 September 2026.
Dalam insiden tersebut, seorang personel tanpa ID Card yang diketahui merupakan anggota keluarga pemain Deltras FC, Mochine Hasan Nader, masuk ke area FOP setelah pertandingan berakhir.
5. PSIS Semarang Mendapat Teguran Keras
PSIS Semarang menerima teguran keras dari Komdis PSSI setelah terjadi insiden saling kejar dan dorong antarsuporter PSIS di Tribun Selatan.
Insiden tersebut terjadi saat PSIS Semarang menghadapi Semen Padang pada 20 September 2026.
Berbeda dengan sejumlah klub lainnya, sanksi yang dijatuhkan kepada PSIS Semarang berupa teguran keras, bukan denda finansial.
6. Semen Padang Didenda Rp20 Juta
Semen Padang dijatuhi denda Rp20 juta setelah terjadi pelanggaran dalam pertandingan melawan PSIS Semarang pada 20 September 2026.
Berdasarkan hasil sidang, penonton Semen Padang memasuki area lapangan pertandingan dari Tribun Selatan pada menit ke-11 dan ke-21.
Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp20 juta kepada Semen Padang.
Daftar Lengkap Sanksi Komdis PSSI 23 September 2026
Berikut rangkuman sanksi berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI tanggal 23 September 2026:
| Klub/Pemain | Pelanggaran | Sanksi |
|---|---|---|
| Persebaya Surabaya | Terlambat memasuki lapangan pada babak kedua | Denda Rp100 juta |
| Garudayaksa FC | Terlambat memasuki lapangan pada babak kedua | Denda Rp100 juta |
| Muhammad Rifad Marasabessy | Memukul pemain lawan, kartu merah langsung | Larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp10 juta |
| Rahmat Arjuna Reski | Memukul pemain lawan, kartu merah langsung | Larangan bermain 2 pertandingan dan denda Rp10 juta |
| Tim Charles Pieter Receveur | Menghalangi lawan mencetak gol, kartu merah langsung | Larangan bermain 1 pertandingan dan denda Rp10 juta |
| PSS Sleman | Pelemparan air minum kemasan oleh suporter ke arah tim | Denda Rp30 juta |
| Persiraja Banda Aceh | Nama punggung pemain tidak sesuai data I.League | Denda Rp20 juta |
| Persela Lamongan | Personel tanpa ID Card masuk area FOP | Denda Rp25 juta |
| PSMS Medan | Tidak dapat menunjukkan seragam yang ditetapkan I.League | Denda Rp15 juta |
| Persiku Kudus | Tidak dapat menunjukkan seragam yang ditetapkan I.League | Denda Rp15 juta |
| Deltras | Anggota keluarga pemain tanpa ID Card masuk area FOP | Denda Rp25 juta |
| PSIS Semarang | Insiden saling kejar dan dorong antarsuporter | Teguran keras |
| Semen Padang | Penonton memasuki lapangan pertandingan | Denda Rp20 juta |
Total Denda dalam Hasil Sidang Komdis PSSI
Berdasarkan nominal denda yang tercantum dalam hasil sidang, total sanksi finansial yang dijatuhkan kepada klub dan pemain mencapai Rp380 juta.
Rinciannya, denda untuk pelanggaran di BRI Super League 2026/2027 mencapai Rp260 juta. Sementara itu, denda untuk pelanggaran di Pegadaian Championship 2026/2027 mencapai Rp120 juta.
Penghitungan tersebut tidak memasukkan sanksi teguran keras kepada PSIS Semarang karena tidak disertai nominal denda.
Hasil sidang ini mencakup berbagai jenis pelanggaran, mulai dari keterlambatan memulai babak kedua, tindakan kekerasan di lapangan, pelanggaran perlengkapan pertandingan, hingga persoalan keamanan dan ketertiban suporter.
Klub dan pemain yang dijatuhi sanksi diharapkan mematuhi regulasi kompetisi agar pelaksanaan pertandingan sepak bola Indonesia berlangsung tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.




